BANYUMAS – Pemutakhiran atau update pengetahuan dan keterampilan kebencanaan bagi para relawan Pramuka Peduli (pramuli) perlu terus dilakukan. Sehingga kesigapan dan kesiapsiagaan mereka dalam penanggulangan bencana terus terjaga. Hal tersebut diungkapkan Ketua Bidang Humas dan Abdimas, Agus Nur Hadie saat membuka Pelatihan Manajerial Pramuli Kwarcab Banyumas Tahun 2017, Kamis (25/5) Mandala Wisata Baturraden.

Agus mengatakan diperlukan pelatihan berkesinambungan untuk memperbanyak pengetahuan dan keterampilan kebencanaan bagi pengurus dan anggota Pramuli. Hal tersebut untuk menyamakan persepsi dalam setiap penanggulangan bencana.

“Jika terjadi bencana, pengurus dan anggota Pramuka sudah mempunyai SOP dalam penanganan bencana, yang sudah diketahui oleh relawan lainya. Hal tersebut untuk membantu mempermudah dan memeprcepat penanganan,” katanya.

Agus menambahkan pelatihan semacam ini harus rutin dilakukan walaupun tidak terjadi bencana. Terlebih dalam penggunaan teknologi tentang kebencanaan yang semakin canggih.

“Sehingga mereka paham syukur bisa cakap dan terampil menggunakan teknologi tersebut,” jelasnya

Pengetahuan dan ketrampilan tersebut juga bisa dijadikan bekal untuk mengedukasi masyarakat sekitar. Agar mereka menjadi tangguh bencana dan mampu memitigasi bencana dengan ilmu titen yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.

Andalan Cabang Urusan Pramuka Peduli, Heriana Ady Chandra mengatakan, pelatihan manajerial Pramuli diikuti 23 pengurus dan anggota pramuli. Materi yang diberikan antara lain manajerial kebencanaan, mitigasi bencana, penanganan bencana/PPPK dan pengamanan lebaran.

“Bencana tidak bisa diskenario, maka kesiapsiagaan relawanlah yang perlu dipersiapkan, agar saat terjadi bencana ada penanganan pertama” ujarnya.

Ady berharap setelah mengikuti pelatihan, mereka menjadi relawan yang memiliki kecakapan-kecakapan khusus. Sehingga ketika terjadi bencana mereka bisa mengoptimalkan potensi yang ada untuk mempercepat penanggulangan bencana.

Parsito

Sebarkan: