SUMPIUH,- Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein meletakkan batu pertama menandai dimulainya pembangunan Pasar Sumpiuh, Jumat (4/8) lalu. Pembangunan di atas areal seluas 14.390 meter persegi itu diprediksi membutuhkan dana sebesar Rp 27 milyar.
Rencana lahan terbangun 8.010 meter persegi, terdiri 103 bangunan kios, 12 los daging, 6 los ikan, 756 los umum, dan 20 gudang. Nantinya pasar ini akan menampung 982 pedagang.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Dr Irawadi CES, pembangunan pasar tersebut dilakukan secara bertahap.
“Pembangunan tahap pertama dimulai hari ini, peletakan batu pertama oleh Bupati,” kata Irawadi.
Biaya pembangunan tahap pertama tersebut, kata Irawadi, berasal dari pos APBD tahun 2017 sebesar Rp 8 milyar. Adapun tahap kedua bersumber dari pos APBN tahun 2017 sebesar Rp 5,7 milyar.
“Untuk tahap kedua saat ini sedang dalam proses lelang,” kata Irawadi.
Sementara itu, untuk penyelesaian tahap berikutnya akan diusulkan dari APBD dan APBN tahun 2018.
Usai melakukan peletakan batu pertama Bupati Husein menyampaikan beberapa pesan dan himbauan.
“Saya minta semua pihak untuk dapat memantau jalannya pembangunan ini sehingga hasilnya bisa maksimal,” kata Bupati.
Selain itu, Bupati berpesan pedagang lama diberikan prioritas. “Saya berharap agar para pedagang yang biasa berdagang di pasar lama yang saat ini sedang direhab memperoleh prioritas untuk menempati los maupun kios,” kata Achmad Husein.
Diakui oleh Bupati, proses rehab pembangunan Pasar Sumpiuh sempat tertunda lantaran terjadi gagal lelang di tahun 2014.
Secara geografis, pasar yang berada di bagian timur Kabupaten Banyumas ini memiliki posisi cukup strategis. Pasalnya, jangkauan pasar ini tak saja wilayah kecamatan setempat melainkan juga luar kecamatan dan bahkan luar kabupaten.
Tak sedikit konsumen Pasar Sumpiuh yang datang dari Kecamatan Gombong (Kebumen), Kecamatan Kroya dan Sampang (Cilacap), serta Kecamatan Tambak dan Kemranjen. (a saefudin)

Sebarkan: